Harmonisasi Alam, Sehari Untuk Selamanya
»» READMORE...
Kita semua tahu bahwa saat ini dunia semakin panas. Sehatnya sinar matahari pagi yang katanya bisa kita nikmati sampai pukul 9.00 pagi, kini sudah tidak mungkin lagi. Pasalnya pada pukul 8.30 pagi pun saat ini sudah terasa menyengat dan enggan untuk menikmati hangat sinarnya.
Efek dari Pemanasan Global yang kita buat sendiri perlahan-lahan mulai menyerang kita sendiri.
Ya, manusia tidak pernah sadar akan kenikmatan yang dudah di berikan oleh IBU PERTIWI.
Kita diberi pijakan, setiap hari kita menginjaknya, kita meludahinya, menjejalinya dengan segala macam sampah dan kotoran yang kita muntahkan, bahkan kita memompakan asap-asap dan gas-gas beracun kedalam pundi-pundi udaranya. Dia juga perlu bernafas layaknya kita.
DIA HIDUP UNTUK MEMBERI KEHIDUPAN PADA KITA.
AKU TAKUT, SAAT DIA MULAI BERKATA "LELAH". Apakah hidupku,hidup kita akan tetap berlangsung...????
Maka pada Nyepi ini, biarkan dia tertidur sebentar saja. Dari 8760 jam yg kita gunakan, dia hanya meminta 24 jam saja..untuk tidur lelap nya.
Itupun tidak seluruhnya. Hanya seoonggok tanah kecil pada diriNYA yang dia sebut BALI, yang berbaik hati memberinya waktu untuk istirahat pada satu sisi dari bagian tubuhNYA.
Seandainya hari raya NYEPI di Bali bisa jadi contoh dan panutan bagi warga dunia untuk menyelamatkan kehidupan di sini. Bukan hidupNYA, tapi hidup KITA SENDIRI.
Perayaan Nyepi, tahun baru dalam DUKA dan LUKA NYA......